Dibaca dulu yuk......

u comment i follow

Minggu, 31 Juli 2011

Pelajaran Dari Nabi Ibrahim As.



Nabi Ibrahim Khalilullah pernah memanjatkan doa di tempat penggembalaan ternaknya di sebuah bukit di Baitul Maqdis. Lalu, dia bertemu dengan seorang laki-laki ahli ibadah. Kemudian, terjadilah dialog di antara keduanya.

Ibrahim bertanya, "Hari apakah yang paling mulia?"

Ahli ibadah itu menjawab, "Hari pembalasan, ketika manusia dibalas, antara yang satu dan sebagian yang lain."

"Apakah engkau bisa mengangkat tanganmu untuk berdoa, sedangkan aku sendiri juga mengangkat tangan mengaminkan doamu agar kita dihindarkan dari kesengsaraan hari itu?" ungkap Ibrahim.

"Janganlah engkau mengharapkan doaku. Demi Allah, aku pernah berdoa sejak tiga puluh tahun silam, tetapi sampai sekarang doaku belum dikabulkan," jawabnya.

Doa Seorang Pemburu



Suatu pagi, seorang laki-laki pergi hendak berburu mencari rezeki yang halal. Namun, sampai hampir malam, ia belum mendapatkan satu pun binatang buruan. la lalu berdoa sepenuh hati, "Ya Allah, anak-anakku menunggu kelaparan di rumah, berilah aku seekor binatang buruan."

Tidak lama setelah doanya selesai ia panjatkan, Allah memberikannya rezeki: jala yang dibawa pemburu itu mengenai seekor ikan yang sangat besar. la pun bersyukur kepada Allah dan pulang ke rumah dengan penuh bahagia.

Di tengah perjalanan pulang, ia bertemu dengan kelompok raja yang hendak berburu juga. Raja heran dan takjub luar biasa begitu melihat ikan sebegitu besar yang dibawa pemburu itu. Lalu, ia menyuruh pengawal untuk mengambil ikan itu secara paksa dari tangan sang Pemburu.

Mendoakan Orang Lain

 
 
Seperti biasa, pada sepertiga malam terakhir, Sayyidah Fathimah — putri kesayangan Rasulullah saw senantiasa melaksanakan shalat tahajud di rumahnya. Terkadang, ia menghabiskan malam-malamnya dengan qiamu lail dan doa. Hasan bin Ali, putranya, sering mendengar munajat sang bunda.

Suatu pagi, ketika Sayyidah Fathimah selesai berdoa, Hasan kecil bertanya, "Ya Ummi, dari tadi, aku mendengarkan doamu, tetapi tak satu pun doa yang kau panjatkan untuk dirimu sendiri?"

Merindukan Mati Syahid



Menjelang shubuh, Khalifah Umar bin Al Khathab berkeliling kota membangunkan kaum muslimin untuk shalat shubuh. Ketika waktu shalat tiba, beliau sendiri yang mengatur saf (barisan) dan mengimami para jamaah.

Pada shubuh itu, tragedi besar dalam sejarah terjadi. Saat Khalifah mengucapkan takbiratul ihram, tiba-tiba seorang lelaki bernama Abu Lu'luah menikamkan sebilah pisau ke bahu, pinggang, dan ke bawah pusar beliau. Darah pun menyembur.

Namun, Khalifah yang berjuluk "Singa Padang Pasir" ini bergeming dari kekhusyukannya memimpin shalat. Padahal, waktu shalat masih bisa ditangguhkan beberapa saat sebelum terbitnya matahari. Sekuat apa pun Umar, akhirnya ambruk juga. Walau demikian, beliau masih sempat memerintahkan Abdurrahman bin 'Auf untuk menggantikan posisinya sebagai imam.

Beberapa saat setelah ditikam, kesadaran dan ketidaksadaran silih berganti mendatangi Khalifah Umar. Para sahabat yang mengelilinginya demikian cemas akan keselamatan Khalifah.

Kisah Dua Tukang Sol Sepatu



Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.




Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.

Di tengah keputusasaan, dia berjumpa dengan seorang tukan sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. “Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.” pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap.
“Bagaimana dengan hasil hari ini bang? Sepertinya laris nich?” kata mang Udin memulai percakapan.
“Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu.” kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh.

Selasa, 26 Juli 2011

Marhaban Ya Ramadhan,,

Assalamualikum Wr. Wb.



Hey para pembaca setia blog q (hehe ngarep ne punya pembaca setia),, apa kabar ne sob??, semoga selalu sehat n makin cantik n ganteng ya hehe,,

oya sebentar lagi kan mau puasa ne,, insya Allah saya sebagai satu2 nya pengurus blog ini bakalan memberikan artikel - artikel tentang kisah2 Islami yang penuh dengan inspirasi,, jadi sewaktu menunggu waktu buka puasa, kalian kan bisa baca2 kisah - kisah tersebut, daripada buka situs web yang gak bener kan hehe,,

oya, buat kalian yang punya kisah2 islam yang inspiratif, silakan kirimin cerita kalian ke email q, tapi sebelumnya komen dulu postingan ini ya supaya q bisa tahu kalo itu cerita dari kalian,,

oya sebelum puasa q may minta maaf dulu ne ya biar sewaktu puasa nanti gak keganggu pahalanya hehe,, sekali lagi q minta maaf ya kalo postingan q selama ini ada yang menyinggung perasaan kalian, dan q juga minta maaf buat yang artikel nya q copast tanpa izin terlebih dulu, (hehe ne mah dah sering banget ya), tapi tenang sob, tiap artikel yang q copast pasti q cantumin sumber nya koq,,

akhir kata, q ucapin banyak terima kasih buat kalian semua yang udah pada mampir di blog ini,, tanpa kalian blog ini hanyalah kumpulan artikel yang sia2,, q juga mau ngucapin met menjalankan ibadah puasa bagi umat muslim di seluruh Indonesia dan seluruh dunia

Wassalamualikum Wr. Wb.

Selasa, 19 Juli 2011

Awal Mula Kisah Panjang Penampakan UFO yang Pernah Muncul di Bumi

Pada 24 Juni 1947, pilot amatir Kenneth Arnold menerbangkan pesawat kecil dekat Mt Rainier, Washington dan melihat obyek berbentuk sangat aneh. Apa itu?


http://www.sciencephoto.com/image/117526/530wm/C0053604-Kenneth_Arnold_UFO_sighting,_artwork-SPL.jpg

Benda itu berada tepat di sisi kiri Arnold, 20-30 km utara pesawatnya pada ketinggian sama. Benda itu berupa rangkaian sembilan obyek yang berkilat seiring terbang menuju matahari. Membandingkan ukuran pesawatnya, Arnold memperkirakan ukuran obyek itu selebar 13-15 m.

Mengingat benda ini mampu terbang sejauh 80 km dalam 1 menit 42 detik, Arnold memperkirakan benda ini mampu melaju pada kecepatan 2.736 km/jam atau tiga kali lebih cepat dari pesawat buatan manusia zaman itu.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Add Coment via Facebook

Kutuk Israel. . . . . !!!!!!